Saya adalah seorang guru preschool, aktivitas sehari- hari adalah mengajar anak- anak usia 8 bulan sampai 5 tahun.

Setiap berangkat dan pulang kerja saya selalu agak jengkel karna di Surabaya ini dimana-mana terkenal macet. Jam berangkat kantor, jam makan siang dan jam pulang kantor.
Jam masuk kerja saya itu pukul 6.30 sampai jam 13.00. Kadang saya berfikir katanya cari uang susah kerja sulit tapi kenapa kendaraan bermotor makin meningkat??
Sekarang ini hampir setiap rumah punya kendaraan bahkan bisa lebih dari satu bisa mobil bisa juga motor. Kalau kita analisa bersama berarti masyarakat Indonesia daya beli nya tinggi ya? Bayangin saja setiap tahun terjadi peningkatan permintaan kendaraan bermotor.
Meskipun tidak semua orang membeli secara cash, ada sebagian orang yang membeli secara kredit. Bagi yang membeli secara kredit ini sudah bisa dipastikan bahwa mereka mempunyai penghasilan yang kemudian digunakan untuk membayar angsuran kendaraannya.
Dari kesimpulan diatas bahwa masyarakat membutuhkan penghasilan yang cukup agar mereka bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, entah itu angsuran kendaraan , angsuran rumah dan angsuran kebutuhan hidup yang lainya. Tapi saya heran dengan Negara ini mengapa tidak memperluas lapangan kerja bagi rakyatnya??
Bangsa ini harus lari kenegara lain untuk bekerja supaya bisa memperbaiki ekonomi keluarganya. Coba kalau pemerintah bisa meyakinkan para investor untuk supaya mau menginvestasikan modalnya di Indonesia dengan mendirikan pabrik pastilah income perkapita bangsa ini akan naik.
Sebuah pabrik akan membutuhkan banyak karyawan dan tenaga ahli. Bukankah di Indonesia juga banyak orang pintar. Saya prihatin dengan bangsa ini kalau tenaga asing kerja keindonesia mereka menjadai tenaga ahli tapi sebaliknya kalau orang Indonesia kerja dinegara lain mereka hanya bisa menjadi pembantu, kuli bangungan , kuli perkebunan dan semacamnya.
Tau kenapa?? Karena investor asing takut menginvestasikan modalnya ke Indonesia itu karena pekerja-pekerja Indonesia terkenal sering Demo. Pekerja-pekerja Indonesia mudah terprovokator satu sama lain, makanya investor asing menganggap bahwa Indonesia bukanlah tempat yang aman untuk berinvestasi, investor asing lebih memilih negara Cina untuk berinvestasi.
Pekerja-pekerja cina itu sangat bisa mengahargai waktu, jadi kalau kerja dia mengutamakan QUANTITY. Mereka menggunakkan waktu sebaik mungkin. Beda dengan orang Indonesia dikasih pekerjaan tidak segera diselesaikan malah menjadikan pekerjaan itu berhari-hari seolah-olah besok tidak ada pekerjaan lagi jadi satu pekerjaan di ulur-ulur menjadi beberapa hari. Karena itu mengapa Produk cina lebih murah itu karna out put yang dihasilkan pekerja lebih banyak dari pada biaya operasionalnya.
Seharusnya pemerintah bisa menyikapi hal ini, tidak menjadi tugas pemerintah saja pegawai-pegawai Indonesia juga harus menunjukan dedikasi kerja yang baik, masalah selalu bisa diselesaikan dengan baik-baik tidak harus berdemo kan?? jadikanlah Negara Indonesia menjadi Negara yang penuh dengan lapangan kerja yang productive.Selama pemerintah memang bisa menarik perhatian investor untuk masuk keindonesia tetapi investasi dalam bentuk pendirian MALL.
MALL memang membutuhkan tenaga kerja yang banyak tapi itu tidak bisa meningkatakan pertumbuhan ekonomi kita. Bekerja di Mall tidak membuat bangsa ini menjad kreatif dan productive. Bekerja di Mall itu ilmumya tidak ada, stag sampai disitu saja tidak ada ilmu tambahan. Dengan berdirinya banyak Mall malah akan membuat bangsa ini menjadi konsumtive.
Coba kita lihat disurabaya saja sudah berapa Mall yang telah berdiri. Ada TP, Delta, Royal, ITC, Pasar atom, Giant, city of tomorrow, DTC,PTC, Galaxi, Town square, JMP, BJ junction dan masih banyak lagi. Banyaknya Mall yang berdiri akan mengakibatkan kejenuhan pasar.
Kalau kita lihat bersama beberapa tahun terakhir ini Mall sudah sangat sepi banyak sekali stand-stand yang kosong. Tapi kenapa APPBI terus melakukan ekspansi ?? tahun ini akan ada Mall baru yang beroprasi. Yaitu Grand city Mall , Land mare, Ciputra Mall.
Begitu banyak Mall di Surabaya itupun dengan jarak yang tidak terlalu jauh antara Mall satu dengan Mall yang lainya. Masyarakat akan lebih konsumtif dengan menjamurnya Mall, dengan UMK yang sekarang, kalau bangsa ini tidak bisa memanage penghasilanya ya pastilah akan lebih besar pasak dari pada tiang.
Yang kedua dampak dari menjamurnya Mall adalah semakin membuat pedagang kecil kita tergusur. Pedagang retail semakin tahun semakin mengilang karna bangkrut , orang akan lebih tertarik belanja ke Mall karena Mall juga menyediakan kebutuhan sehari-hari dalam bentuk partai maupun retail.
Pastinya masyarakat akan lebih memilih belanja di Mall dari pada di pedagang retail. Situasi Mall yang bersih, sejuk dan dilengkapi beberapa fasilitas memberikan daya tarik kepada masyarakat untuk berbelanja di Mall.
Faktor itulah yang membuat pedagang retail kita gulung tikar. Ini yang dinamakan terciptanya lowongan kerja yang tidak productive. Karena dengan satu sisi tercipta lowongan pekerajaan dengan adanya Mall baru tetapi disisi lain hal ini malah menggusur pedagang-pedagang kecil.
Tapi seandainya pemerintah mau menarik investor guna pembangunan pabrik pasti akan tercipta lapangan kerja yang productive.
Saya berharap masyarakat Indonesia bisa menjadi lebih pandai jangan hanya demo dan demo saja, ini akan berdampak buruk bagi kemajuan Negara ini.
Jadilah bangsa yang ramah dan berdedikasi tinggi terhadap pekerjaan yang dipercayakan kepada kita sehingga akan menarik perhatian investor asing agar supaya berlomba lomba menginvestasikan uangnya diindonesia .
“Coba kita lihat disurabaya saja sudah berapa Mall yang telah berdiri. Ada TP, Delta, Royal, ITC, Pasar atom, Giant, city of tomorrow, DTC,PTC, Galaxi, Town square, JMP, BJ junction dan masih banyak lagi. Banyaknya Mall yang berdiri akan mengakibatkan kejenuhan pasar.”
wah… keliatan suka jalan2 di mall yah…
lendra andrian
Mas lendra benar saya memang suka jalan2 dimall tapi itu belum tentu belanja lho mas, saya sengaja mengamati daya beli masyarakat kita ini. ternyata orang2 ke Mall itutdk sll belanja. sometimes mereka hanya menghilangkan penat saja nongkrong di Mall ataupun ketemu teman. Coba kita amati bersama pekerja mall itu tidak produktive kan? yk skl pedagang kcl yang kehilangan usahanya krn kalah bersaing dengan Mall kalau ini dibiarkan indonesia akan tetap menjadi kuli mas. karna bangsa indonesia tdk diberi kesempatan untuk berkembang dan berwirausaha
selain jalan2… ada tujuan lain gak? semisal cari AC gratis gt.. ? tapi kasihan pedagangnya jg yah..sepi pengunjung… atau rame cuma buat jalan2 ajah… :d
lha makanya itu mas sepi pengunjung, tetepi mereka msh dibebani dng listrik. Ac dl.. coba kalau uangnya di investasikan ke home industri atau pabrik produktivitas ada, akan ada out put yg dihasilkan itu yang akan bisa menunjang pendapatan bangsa juga negara ini
ayo Surabaya, jangan ketinggalan sama Jakarta. Kita lomba banyak-banyakan mall. nanti semua orang bepergian pake baling-baling bambu aja, setiap jengkal tanah kita jadiin mall ajah. wkwkwk… semangat iblis yang sering mengasut pikiran pejabat (apalagi ditambah duit sogokan).
saya lum pernah menjamah kota surabaya, paling banter ke sidoarjo
Diindonesia baik jakarta maupun surabaya sudah menjamur mas mall nya smpe pedagang kecil bingung menekan harga jualanya guna bersaing dengan harga mall..
Sama seperti di Jogja, Mbak. Dulu awal saya masuk Jogja di tahun 2000, mal cuma ada 3-4 saja di Jogja. Sekarang entah sudah ada berapa banyak. Benar kata Mbak Ayu, sebuah mal sempat diprotes karena membuat pasar tradisional sepi pengunjung dan tenaga kerjanya mengambil dari daerah lain. Wah, mau jadi apa Jogja kalau terus-terusan begini.
met siang…salam kenal..thanks atas infonya !